Kendala-Kendala Dalam Penerapan Kedisiplinan Siswa

Kedisiplinan merupakan sutu hal yang sangatlah penting, apalagi kedisiplinan bagi kalangan pelajar dan dalam hal ini adalah pada tingkatan SMP. Penerapan disiplin pada siswa SMP (dalam hal ini masih usia remaja) kadang mendapatkan kendala, dan dalam hal ini adalah kendala dalam menerapkan kedisiplinan pada siswa di sekolah. Ada beberapa kendala dalam hal ini, diantaranya:

Internal

Perkembangan emosi remaja yang serig mengalami gejolak, tidak dalam keadaan stabil. Emosi remaja seringkali tidak dapat di kontrol dan dikendalikan, menurut Gasell dan kawan-kawan, remaja empat belas tahun seringkali mudah marah, mudah dirangsang, dan emosinya cenderung meledak-ledak, tidak berusaha mengendalikan perasaannya.[1] Emosi remaja ini juga bisa dikatakan mudah sekali naik apabila ada rangsangan dari luar, maka dari itu jangan sampai memancing emosi remaja naik jika tidak ingin remaja tersbut melampiaskan emosinya kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

Emosi remaja ini juga dipengaruhi dari tingkat emosi orang tuanya, apabila anak dikembangakan dalam ligkungan keluraga yang emosinya stabil, maka anak akan memiliki emosi yang stabil. Sebaliknya, emosi keluarga yang tidak stabil maka anak akan memliki emosi yang tidak stabil juga.[2] Melihat hal tersebut, orangtua harus mampu mengontrol emosi agar anak mampu menirukannya dengan mampu mengontrol emosinya juga.

Eksternal

ada beberapa hal yang menimbulkan kendala dari eksternal, kendala tersebut meliputi:
  • Kehidupan sosial
Kehidupan sosial ini juga memberikan andil dalam hal kedisiplinan siswa. Sosial yang berbeda akan menunjukkan keragaman dan perbedaan yang berbeda pula dalam jenis peranan yang diharapkan dari remaja oleh kehidupan sosial dimana mereka hidup. Kehidupan sosial yang memberikan pengajaran disiplin maka akan menciptakan remaja yang disiplin, sebaliknya jika kehidupan sosial yang tidak mengajarkan kedisiplinan maka akan tercipta remaja yang tidak disiplin.[3] Kehidupan sosial dalam hal ini adalah teman mereka sendiri, baik atau buruk perilaku remaja ini dilihat dari seperti apa teman-teman mereka dalam bersosial dalam satu kelompoknya.
  • Lingkungan
Lingkungan ini di dalamya meliputi keluarga dan masyarakat, baik dan buruknya tergantung dari suasana di keluarga dan masyarakat tersebut. Perkembangan anak manusia sangat ditentukan oleh lingkungan di mana ia berada, termasuk juga perkembangan intelegensinya.[4] Lingkungan tersebutlah yang akan memberikan contoh pada anak bagaimana perilaku dan tindakannya dalam kehidupan.

Itulah tadi kendala-kendala yang terjadi dalam hal kedisiplinan, apalagi bagi seorang guru harus mampu mendisiplinkan siswanya ketika di dalam kelas khususnya ketika pembelajaran berlangsung. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

[1] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Erlangga, 1980), hlm. 213
[2] Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 181
[3] Melly Sri Sulastri Rifai, Psikologi Perkembangan Remaja Dari Segi Kehidupan Sosial, (Jakarta: Bina Aksara, 1987), hlm. 13

[4] Romlah, Psikologi Pendidikan, (Malang: UMM Press, 2010), hlm. 151

Tidak ada komentar:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Diberdayakan oleh Blogger.